Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label untuk. Tampilkan semua postingan

19 Juni 2015

Seorang Dokter Kanada Gagas Proyek Tenaga Surya untuk Rumah Sakit di Gaza

Jumat 2 Ramadhan 1436 / 19 Juni 2015 12:40

rumah sakit gaza

LEBIH dari 800 orang dari 50 negara berbeda pada Kamis (18/6/2015) kemarin telah memberikan kontribusi sebesar 166.000 USD untuk proyek tenaga surya di Jalur Gaza. Proyek tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di setiap rumah sakit Gaza, demikian seperti dilansir Worldbulletin.

Proyek yang dinamakan EmpowerGAZA ini digagas oleh seorang dokter Kanada, Dr Tarek Loubani, pada akhir April lalu. Dokter itu diketahui bekerja di Health Sciences Centre London di London, Ontario.

Loubani, yang juga bekerja di Gaza, mengatakan pemadaman listrik adalah salah satu masalah paling serius. Apalagi jika ada dokter yang sedang menangani operasi terhadap pasien.

“Salah satu masalah yang hampir setiap hari terjadi adalah pemadaman listrik. Itu sangat mengganggu jika kita sedang memegang alat operasi,” Loubani mengatakan kepada Surat kabar ternama di Kanada, Toronto Star.

Loubani berbicara kepada departemen kesehatan Palestina dan mengusulkan untuk menginstal panel surya di rumah sakit sehingga listrik akan dipasok selama 24 jam tanpa adanya pemadaman.

Penggalangan dana ini diselenggarakan oleh United Nations Development Programme dan Islamic Relief Canada. Ada batas waktu 26 Juni untuk mencapai $ 200.000 tujuan penggalangan dana untuk panel surya untuk satu rumah sakit besar, meninggalkan proyek $ 34.000 pendek Kamis dengan delapan hari lagi.

Loubani kata dokter Palestina yang “senang melihat berapa banyak orang peduli dari seluruh dunia.”

Rencananya adalah untuk akhirnya memasang panel, dimulai pada bulan Januari dengan satu fasilitas belum diputuskan, di Rumah Sakit Al Aqsa di Deir al-Balah, Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Rumah Sakit Anak Rantisi di Kota Gaza dan Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya, Star melaporkan.

“Setelah proyek yang ada, maka akan bakat lokal yang akan menginstalnya dan mengawasi itu,” kata dokter. “Tujuan kami adalah untuk memiliki pasokan listrik Palestina adat untuk rumah sakit ini yang berwarna hijau, yang ekonomis dan yang handal.”

Kecuali blokade strip, dipasang oleh Israel setelah Hamas mengambil alih kekuasaan melalui pemilihan umum pada tahun 2006, diangkat pada tahun 2020, PBB memperkirakan bahwa Gaza akan dihuni 1,8 juta penduduk.

Proyek surya akan menguntungkan Palestina dan membantu meniadakan beberapa aspek dari blokade dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Kami tidak memasang panel surya di rumah-rumah penduduk; yang menginstal mereka di unit perawatan intensif, dan ruang, dan unit dialisis operasi, “kata Loubani. “Jadi hari bahwa proyek berjalan hidup itu sudah menyelamatkan nyawa.”

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

islampos mobile :

Redaktur: Fatmah Hasan

View the original article here

Tak Ada Kata Terlambat untuk Berbakti Kepada Orang Tua

Jumat 2 Ramadhan 1436 / 19 Juni 2015 11:20

muslim-family

KADANG kita baru sadar betapa kita harus berbakti kepada orang tua. Namun kesadaran itu kadang datang kurang awal. Yaitu ketika orang tua kita masih ada. Mungkin karena sibuk, khilafah atau lupa, kita tidak berbakti dengan sebaik-baiknya kepada mereka. Ketika masih hidup kita jarang menengoknya dengan alasan sibuk kerja. Padahal setelah meninggal dan kita punya banyak waktu untuk pulang kampung menengoknya, tiadalah berguna waktu senggang kita. Sering kita lupa mengirimkan uang bulanan kepada mereka dengan alasan kita masih membutuhkannya untuk keluarga kita sendiri. Ketika perekonomian keluarga kita sudah mapan dan kita berniat memberikan kepada orang tua, kita menyesal tak dapat melakukannya karena mereka telah meninggal.

Namun tidak ada kata terlambat. Meskipun orang tua telah meninggal, kita masih bisa berbakti kepada keduannya. Rasulullah SAW menasihati kita apabila punya orang tua yang sudah tiada kita bisa mendoakannya. Kita mohon ampun kepada Allah agar Ia menghapuskan dosa-dosa orang tua kita. Kita berdoa agar Allah menyayangi kedua orang tua kita di alam kubur sebagaimana orang tua kita dulu menyayangi kita.

Kita juga bisa menunaikan wasiat kedua orang tua kita. Apabila orang tua kita sebelum meninggal mewasiatkan suatu sedapat mungkin kita laksanakan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum agama. Misalnya orang tua berpesan bahwa setelah meninggal separuh hartannya harap diserahkan di panti asuhan anu. Sebagai anak yang berbakti kita melaksanakan wasiat tersebut dengan memberikan sepertiga harta waris tersebut kepada panti asuhan yang ditunjuk orang tuanya. Anak yang berbakti ini tahu bahwa menurut hukum agama harta waris yang boleh dipakai untuk wasiat tidak bolh lebih dari sepertiga. Jadi menunaikan wasiat sambil meluruskannya secara agama.

Sebuah kebiasaan yang baik orang tua juga bisa diteruskan oleh sang anak. Hal ini termasuk berbakti kepada keduanya. Misalnya orang tua sering bersilaturahmi kiepada saudara atau kawan-kawannya. Setelah meninggal sang anak meneruskan kebiasaan itu dengan mengunjungi saudara dan kawan-kawan ayahnya. Dengan demikian silaturahmi terus terjalin meskipun keduanya telah tiada. Seorang anak yang dapat menunaikan ketiganya sama saja nilainya dengan berbakti ketika orang tuanya masih ada. Jadi, tidak ada kata terlambat untuk berbakti kepada orang tua. []

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

islampos mobile :

Redaktur: Rizal Muhammad

View the original article here

Ini Dia Syarat untuk I’tikaf

Jumat 2 Ramadhan 1436 / 19 Juni 2015 11:00

itikaf

PADA bulan Ramadhan ini banyak sekali orang-orang yang melakukan i’tikaf, terutama pada menjelang akhir-akhir ramadhan. Memang bagus sekali orang yang melakukan i’tikaf ini, apalagi jika tujuannya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan merenungkan segala dosa nya yang telah diperbuat. Namun, telahkan Anda mengetahui orang yang bagaimanakah yang dibolehkan untuk melakukan i’tikaf? Berikut ini akan dipaparkan syarat-syarat orang yang hendak i’tikaf:

a. Seorang muslim

b. Mumayyiz

c. Suci dari janabat, suci dari haid, dan suci dari nifas

Apabila i’tikaf dilakukan di luar bulan Ramadhan, maka:

• Menurut Ibnul Qoyyim: “Puasa sebagai syarat sahnya i’tikaf dan ini merupakan pendapat jumhur (mayoritas) ulama salaf.” Dan pendapat ini dikuatkan oleh Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah.

• Menurut Imam Syafi’i dan Ibnu Hazm, bahwa puasa bukan syarat sahnya i’tikaf. Jika seorang yang beri’tikaf mau puasa, maka ia puasa. Jika ia tidak mau, tidak apa-apa.

• Imam Nawawi Rahimallah berkata: “Yang afdhol (utama) i’tikaf dengan berpuasa dan bila ia i’tikaf tanpa berpuasa juga boleh,” (al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab 6/484).

Apabila ada orang yang sakit i’tikaf di masjid, maka i’tikafnya sah. Namun lebih baik lagi jika orang yang beri’tikaf disertai dengan dirinya berpuasa, sebagaimana perkataan Aisyah RA,

“Barangsiapa yang i’tikaf hendaklah ia berpuasa,”

Aisyah RA juga mengatakan: “Sunnah bagi orang yang i’tikaf adalah tidak menjenguk orang sakit, tidak melayat jenazah, tidak bercampur dengan istrinya dan tidak bercumbu rayu, tidak keluar dari masjid kecuali ada sesuatu yang mesti dia keluar, tidak ada i’tikaf kecuali di masjid jami’,” (HR. Abu Dawud dan Baihaqi).

Sumber: Al Furqon/Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron/Lajnah Dakwah Ma’had al-Furqon/Jawa Timur/September 2006.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

islampos mobile :

Redaktur: Rahma Nurafia

View the original article here

Seorang Dokter Kanada Gagas Proyek Tenaga Surya untuk Rumah Sakit di Gaza

Jumat 2 Ramadhan 1436 / 19 Juni 2015 12:40

rumah sakit gaza

LEBIH dari 800 orang dari 50 negara berbeda pada Kamis (18/6/2015) kemarin telah memberikan kontribusi sebesar 166.000 USD untuk proyek tenaga surya di Jalur Gaza. Proyek tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di setiap rumah sakit Gaza, demikian seperti dilansir Worldbulletin.

Proyek yang dinamakan EmpowerGAZA ini digagas oleh seorang dokter Kanada, Dr Tarek Loubani, pada akhir April lalu. Dokter itu diketahui bekerja di Health Sciences Centre London di London, Ontario.

Loubani, yang juga bekerja di Gaza, mengatakan pemadaman listrik adalah salah satu masalah paling serius. Apalagi jika ada dokter yang sedang menangani operasi terhadap pasien.

“Salah satu masalah yang hampir setiap hari terjadi adalah pemadaman listrik. Itu sangat mengganggu jika kita sedang memegang alat operasi,” Loubani mengatakan kepada Surat kabar ternama di Kanada, Toronto Star.

Loubani berbicara kepada departemen kesehatan Palestina dan mengusulkan untuk menginstal panel surya di rumah sakit sehingga listrik akan dipasok selama 24 jam tanpa adanya pemadaman.

Penggalangan dana ini diselenggarakan oleh United Nations Development Programme dan Islamic Relief Canada. Ada batas waktu 26 Juni untuk mencapai $ 200.000 tujuan penggalangan dana untuk panel surya untuk satu rumah sakit besar, meninggalkan proyek $ 34.000 pendek Kamis dengan delapan hari lagi.

Loubani kata dokter Palestina yang “senang melihat berapa banyak orang peduli dari seluruh dunia.”

Rencananya adalah untuk akhirnya memasang panel, dimulai pada bulan Januari dengan satu fasilitas belum diputuskan, di Rumah Sakit Al Aqsa di Deir al-Balah, Rumah Sakit Eropa di Khan Younis, Rumah Sakit Anak Rantisi di Kota Gaza dan Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya, Star melaporkan.

“Setelah proyek yang ada, maka akan bakat lokal yang akan menginstalnya dan mengawasi itu,” kata dokter. “Tujuan kami adalah untuk memiliki pasokan listrik Palestina adat untuk rumah sakit ini yang berwarna hijau, yang ekonomis dan yang handal.”

Kecuali blokade strip, dipasang oleh Israel setelah Hamas mengambil alih kekuasaan melalui pemilihan umum pada tahun 2006, diangkat pada tahun 2020, PBB memperkirakan bahwa Gaza akan dihuni 1,8 juta penduduk.

Proyek surya akan menguntungkan Palestina dan membantu meniadakan beberapa aspek dari blokade dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih baik.

“Kami tidak memasang panel surya di rumah-rumah penduduk; yang menginstal mereka di unit perawatan intensif, dan ruang, dan unit dialisis operasi, “kata Loubani. “Jadi hari bahwa proyek berjalan hidup itu sudah menyelamatkan nyawa.”

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

islampos mobile :

Redaktur: Fatmah Hasan

View the original article here

Seorang Dokter Kanada Gagas Proyek Tenaga Surya untuk Rumah Sakit di Gaza

LEBIH dari 800 orang dari 50 negara berbeda pada Kamis (18/6/2015) kemarin telah memberikan kontribusi sebesar 166.000 USD untuk proyek tenaga surya di Jalur Gaza. Proyek tersebut rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di setiap rumah sakit Gaza, demikian seperti dilansir Worldbulletin.

The post Seorang Dokter Kanada Gagas Proyek Tenaga Surya untuk Rumah Sakit di Gaza appeared first on Islampos.

]]>

View the original article here

Tak Ada Kata Terlambat untuk Berbakti Kepada Orang Tua

KADANG kita baru sadar betapa kita harus berbakti kepada orang tua. Namun kesadaran itu kadang datang kurang awal. Yaitu ketika orang tua kita masih ada. Mungkin karena sibuk, khilafah atau lupa, kita tidak berbakti dengan sebaik-baiknya kepada mereka.

The post Tak Ada Kata Terlambat untuk Berbakti Kepada Orang Tua appeared first on Islampos.

]]>

View the original article here

Ini Dia Syarat untuk I’tikaf

PADA bulan Ramadhan ini banyak sekali orang-orang yang melakukan i’tikaf, terutama pada menjelang akhir-akhir ramadhan. Memang bagus sekali orang yang melakukan i’tikaf ini, apalagi jika tujuannya untuk mendekatkan diri pada Allah SWT dan merenungkan segala dosa nya yang telah diperbuat.

The post Ini Dia Syarat untuk I’tikaf appeared first on Islampos.

]]>

View the original article here

ARSIP BLOG